Senin, 26 Maret 2012

laporan praktikum penentuan perubahan entalpi reaksi


Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi
1.      Tujuan Percobaan : Pada reaksi antara larutan NaOH dengan larutan Hcl dalam suatu gelas kalori meter dan terjadi kenaikan suhu yuang menyebabkan suhu gelas reaksi night demikian pula suhu sekitarnya.
            Pada percobaan tersebut, yang menjadi pusat perhatian adalah NaOH dan Hcl disebut system, sedangkan tabujng reaksi, suhu udara, tekanan udara merupakan lingkungan.
            Menekankan reaksi netralisasi Hcl dan NaOH menggunakan alat kalori meter sederhana kalori meter adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau di bebaskan system.
            Dengan melakukan percobaan ini akan dapat memahami mengenai pengaruh luas. Luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi dan dapat meihat pengaruh penambahan katalis.
            Reaksinya : NaOH(g) + CH3COOH(g) CH3COONa(g) + H2O(l)
2.      Alat dan Bahan ;
a.       Alat  :    1. Kalori meter                                         
2. Gelas Kimia                                                               
3. Termometer
4. Pipet
 b.  Bahan :      1. NaOH
2. CH3COOH
Langkah Kerja :
1)            Masukan 50 ml larutan NaOH ke dalam gelas kimia I dan 50 ml larutan CH3COOH dalam gelas kimia II .
2)            Ukur suhu kedua larutan. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan ke larutan lain jika suhu larutan berbeda. Tentukan suhu rata-ratanya.
3)            Tuangkan CH3COOH ke dalam bejana kalori meter kemudian aduk, perhatikan suhu yang ditunjukkan pada termometer itu, suhu akan naik, kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap itu (suhu akhir).







Hasil percobaan
a)      Suhu larutan NaOH= 29°C
b)      Suhu larutan CH3COOH= 30°C
c)       Suhu rata-rata(suhu awal)= 29,5°C
d)      Suhu akhir = 31°C
e)      Kenaikan suhu = 1,5°C

Analisis data percobaan/pertanyaan.
1)            Hitunglah Q larutan dengan rumus Q= M.C.ΔT
(Kalor yang diserap bejana diabaikan).
2)            Hitung Q reaksi=(-Q larutan)
3)            Jumlah mol NaOH dalam 50 ml NaOH dalam 1m NaOH dan jumlah mol CH3COOH dalam 50 cm3 larutan CH3COOH dalam 1m CH3COOH.
4)            Hitunglah Q reaksi pada pembentukan H2O 1 mol (Jika NaOH dan CH3COOH yang bereaksi masing-masing 1mol).
5)            Tulis persamaan termokimia untuk reaksi ini (ΔH reaksi=Q reaksi pada pembentukan 1mol H2O).
6)            Buatlah kesimpulan dari kegiatan ini.
7)            Diulangi pada gula(C6H12O6).
Catatan: Pada perhitungan perubahan entalpi pada reaksi ini dianggap bahwa:
a.              Massa larutan 2X dengan air (2X50ml=100ml air).
b.             Selama reaksi berlangsung, energi yang berpindah dari sistem ke lingkungan dapat diabaikan.
c.              Kalor jenis air=4,2 J/Kg , masssa jeis air=1g/cm3.


Analisis data percobaan:
1)      Hitung Q larutan.
Q=M.C.ΔT
=50.4,18.1,5
=31,350 J
2)      Hitung Q reaksi.
Q reaksi = -Q larutan
= -31,350 J
3)      1 mol NaOH = M.V = 1.50 = 50 mmol
= 0,05mol
1 mol CH3COOH= M.V = 1. 50 = 50mmol
= 0,05 mol


4)      Q=M.C.ΔT
= 50.4,18.1,5
= 31,350 J
Q reaksi = -Q laruan
= – 31,350 J
ΔH = – 627 J
5)      Persamaan Termokimia
NaOH(l) + CH3COOH(g)            CH3COONa(l) + H2O(l) ΔH = -627 J
6)      Kesimpulan : Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui atau memperoleh  perubahan entalpi dari NaOH dan CH3COOH.
7)      Ulangi pada gula
Q = m. c. ΔT
= 50. 4,18. 1,5
= 31,350 J

Q reaksi = -q larutan = -31,350 J

M C6H12O6 =  x
=  x 20
= 5,5 mol

1 mol C6H12O6 = M . V = 5,5 . 50 = 275 mmol = 0,275 mol




ΔH =  x -31,350
= -114 J
Persamaan Termokimia = 6C(s) + 6H2(g) + 3O2 C6H12O6 ΔH = -114 J










Kesimpulan : Percobaan ini dilakukan untuk mencari perubahan entalpi dari C6H12O6.














DAFTAR PUSTAKA
Purba, Michael.2007.jilid 2a untuk sma kelas XI semester I.jakarta:erlangga

menunjukkan larutan asam, basa, dan netral


Menunjukan Larutan Asam, Larutan Basa, dan Larutan Netral




A.   Tujuan : Membedakan larutan asam , larutan basa, dan larutan netral menggunakan indicator asam-basa dan pH-meter.
  1. Tgl praktikum : 6 Januari 2011
  2. Tgl selesai        : 6 Januari 2011
  3. Alat & bahan   :
1)      Gelas kimia                 10 buah
2)      pH-meter                     1 buah
3)      Lakmus merah             10 lembar
4)      Lakmus biru                10 lembar                   
5)      Lap tangan                  1 buah
6)      Air sabun                     50 ml
7)      Air tanah                     50 ml
8)      Air got                         50 ml
9)      Air jeruk                      50 ml
10)  Larutan garam             50 ml
11)  Larutan ammonia        50 ml
12)   Alcohol                      50 ml
13)  Air kapur                     50 ml
14)  Air suling                    50 ml
15)  Cuka                            50 ml

  1. Langkah Kerja :
1.      Pastikan alat-alat yang akan anda gunakan telah bersih, dengan mengelapnya dengan lap yang ada.
2.      siapkan 10 gelas kimia untuk masing-masing bahan yang akan di uji.
3.      tuangka masing- masing bahan yang ada ke dalam gelas kimia tersebut.
4.      tes bahan-bahan tersebut dengan lakmus yang telah tersedia. Catat hasilnya.
5.      tes kedua dengan menggunakan pH-meter. Celupkan pH-meter ke masing-masing bahan yang terdapat dal gelas ukur. Catat hasilnya.
  1. Hasil Pengamatan :
No.
Sample
Lakmus merah
Lakmus biru
Sifat sampel
Hasil ukur pH-meter
1
Air sabun
Biru
Biru
Basa
10,8
2
Air tanah
Merah
Merah
asam
6,6
3
Air got
Merah
Merah
Asam
10,3
4
Air jeruk
Merah
Merah
Asam
3,2
5
Larutan garam
Merah
Biru
Netral
7
6
Larutan ammonia
Biru
Biru
Basa
12,1
7
Alcohol
Merah
Biru
Netral
7
8
Air kapur
Biru
Biru
Basa
12,3
9
Air suling
Merah
Biru
Netral
7
10
Cuka
Meah
Merah 
Asam
3,5

  1. Jawaban Pertanyaan :
2. hasil pengujian kertas lakmus dengan pH-meter banyak yang sama atau denga kata lain dapat di katakana sejalan, namun ada beberapa yang tak sejalan hal ini dimungkinkan karan penggunaan alat yang kurang steril.
  1. Kesimpulan:
Suatu larutan dapat diuji asam atau basa menggunakan alat, seperti indicator asam-basa dan pH-meter. Suatu larutan dikatakan apabila pH-nya dibawah 7 dan larutan basa pHnya di atas 7.